Langsung ke konten utama

Gigitan Ular dan Penanganannya

Hasil gambar untuk gigitan ular

Ular adalah salah satu hewan melata yang bisa dikatakan berbahaya atau tidak, karena ada berbagai jenis ular yang dapat dikategorikan sebagai ular liar dan ular jinak. Banyak ular yang dapat dipelihara karena tidak derdapat bisa tau racun, tapi banyak juga ular yang berbisa atau memiliki racun yang sangat mematikan, salah satunya adalah ular King Cobra. Jika kalian berda diluar atau di alam bebas dan menemukan seseorag atau kalian sendiri tergigit ular jangan panik. Lakukan beberapa penanganan yang dapat memfiksasi atau meringankan resiko rasa sakit. 

Kita lihat dulu gejala dan tanda-tanda umum yang ditimbulkan pada saat seseorang tersebut mendapatkan gigitan ular, yaitu : 

1. Demam. 

2. Terdapat bekas gigitan. 

3. Mual dan muntah. 

4. Lemas. 

5. Pingsan. 

6. Nadi cepat dan lemah. 

7. Kejang. 

8. Gangguan pernafasan. 

Setelah mengetahui gejela-gejala dan tanda-tanda umumnya pasti kalian semua sudah tahu dan bisa membedakan mana yang tergigit ular mana yang tidak. setelah itu lakukan beberapa tindakan sebagai tindakan penanganan, sebagi berikut : 

1. Amankan diri penolong dan tempat kejadian. 

2. Tenangkan korban, baringkan atau buat posisi korban senyaman mungkin. 

3. Posisikan jantung korban agar lebih tinggi daripada korban. 

4. Bersihkan luka dan keringkan dengan handuk bersih. 

5. Kompres kaki sekitar luka dan pasang pembalut gulung / elastis dengan pola spiral. Lakukan pembidaian untuk mengimobilisasi daerah luka. 

Pada intinya dalam membantu si korban jangan pernah panik dalam melakukan tindak penanganan jika hal itu terjadi maka konsentrasi kita akan buyar dan cenderung kita akan bingung untuk menangani si korban. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan penanganan. 

1.Jangan gunakan torniket pada korban. jika yang belum tahu torniket itu apa, Torniket ialah balutan yang menjepit sehingga aliran darah di bawahnya terhenti sama sekali. Sehelai pita kain yang lebar, pembalut segi tiga yang dilipat-lipat, atau sepotong karet ban sepeda dapat dipergunakan untuk keperluan ini. Panjang torniket haruslah cakup untuk dua kali melilit bagian yang hendak dibalut. 

2.Bila tidak berbahaya, ular yang menggigit bisa dibawa untuk dilakukan identifikasi jenis ularnya. Jangan berpedoman pada pola gigitan ular. 

Semoga bermanfaat :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nusantara Droid War : Komik Pengangkat Legenda dan Dongeng di Indonesia

Nusantara Droid War atau yang lebih dikenal dengan NDW, merupakan sebuah komik online yang berada di sebuah aplikasi LINE yaitu Webtoon. Komik ini hasil besutan dari Satria EXZ dan Vega Mandalika, tapi untuk sekarang masih dipegang oleh Vega Mandalika yang dibantu oleh teman-temannya. NDW ini memiliki genre komik fantasi yang menceritakan sebuah permainan modern yang sedang trend di Indonesia. Para player memiliki sebuah bidak atau jagoan yang didalam komik tersebut disebut droid. Para player pun mengadu droid-droidnya satu sama lain dengan menyajika kekuatan-kekuatan yang berbeda-beda pula. Tetapi menarik disini adalah droid-droid yang dimiliki player NDW merupakan berbagai hal yang berkaitan dengan unsur nusantara Indonesia, mulai dari kisah rakyat, legenda, tarian daerah, hingga kisah mistis yang ada di Indoensia. Semua itu dikemas dengan wujud ilustrasi yang modern tanpa meninggalkan ciri khas tokoh yang akan di jadikan droid. Sampai saat ini NDW sudah mencapai episode 125 de...

Tembang Macapat Sinom dan Artinya

Tembang macapat Sinom merupakan salah satu tembang macapat yang banyak berbicara tentang anak muda yang sedang mengalami pertumbuhan. Dalam tradisi jawa, tembang banyakk dimanfaatkan sebagi sebuah piwulang (ajaran) dan wewarah (mengajari), tak terkecuali tembang macapat sinom . Salah satu tembang macapat sinom yang paling populer adalah karya KGPAA Mangkunegoro ke IV (1811-1882 M) yang terdapat dalam Serat Wedatama, Pupuh Sinom, podo 15. Tembang ini sering dikenal dengan nama Sinom Gadhung Melati.

RESUME BUKU "Ilmu Pengetahuan Sebuah Tinjauan Filosofi (A. Sony Keraf & Mikhael Dua)" BAB 7 METODE INDUKSI

Induksi adalah cara kerja ilmu pengetahuan yang bertolak dari sejumlah proposisi tunggal atau partikular tertentu untuk menarik kesimpulan umum tertentu. Dengan kata lain, atas dasar sejumlah fenomena, fakta maupun data tertentu yang dirumuskan dalam bentuk proposisi-proposisi tunggal ditarik kesimpulan yang dianggap benar. Cara kerja ini pada umumnya dimulai dengan penelitian untuk mengamati berbagai fenomena, kemudian dievaluasi untuk bisa melahirkan kesimpulan umum tertentu. Kesimpulan ini pada umumnya merupakan generalisasi dari fakta dan data yang memperlihatkan kesamaan, keterkaitan, dan regularitas di antara fakta yang ada. Cara kerja induksi ini dapat secara sah menarik kesimpulan umum tertentu yang dianggap benar dan berlaku umum. Kendati kita secara sah mendasarkan diri pada berbagai fakta yang ada untuk menarik kesimpulan yang benar, namun tidak menjamin bahwa kesimpulan itu bersifat mutlak, karena ciri dasar dari induksi adalah bahwa induksi selalu tidak lengkap. 1)  ...