Langsung ke konten utama

Tembang Macapat Pucung dan Artinya

Hasil gambar untuk tembang macapat pocung

Tembang macapat Pucung selain memiliki watak jenaka, berisi tebak-tebakan dan hal-hal lucu lainnya, tembang ini juga banyak digunakan untuk memberi nasihat, berisi berbagai ajaran untuk manusia agar mampu membawa diri agar dapat mengarungi kehidupan secara harmonis lahir dan batin. Berikut ini merupakan salah satu contoh macapat Pucung beserta artinya yang diambil dari Serat Wedhatama karya Gusti Pangeran Adipati Arya Sri Mangkunegoro IV, Raja Surakarta. 

Ngelmu iku kalakone kanthi laku
(Ilmu itu hanya dapat diraih dengan cara dilakukan dalam perbuatan)
Lekase lawan kas
(Dimulai dengan kemauan)
Tegese kas nyantosani
(Artinya kemauan yang menguatkan)
Setya budaya pangekese dur angkara
(Ketulusan budi dan usaha adalah penakluk kejahatan) 

Angkara gung neng angga anggung gumulung
(Kejahatan besar di dalam tubuh kuat menggelora)
Gegolonganira
(Menyatu dengan diri sendiri)
Triloka lekeri kongsi
(Menjangkau hingga tiga dunia)
Yen den umbar ambabar dadi rubeda.
(Jika dibiarkan akan berkembang menjadi bencana) 

Beda lamun kang wus sengsem reh ngasamun
(Tetapi berbeda dengan yang sudah suka menyepi)
Semune ngaksama
(Tampak sifat pemaaf)
Sasamane bangsa sisip
(Antar manusia yang penuh salah)
Sarwa sareh saking mardi martatama
(Selalu sabar dengan jalan mengutamakan sikap rendah hati) 

——————– 

Taman limut durgameng tyas kang weh limput
(Dalam kabut kegelapan, angkara dihati yang selalu menghalangi)
Karem ing karamat
(Larut dalam kesakralan hidup)
Karana karoban ing sih
(Karena temggelam dalam kasih sayang)
Sihing sukma ngrebda saardi pengira
(Kasih sayang sukma (sejati) tumbuh berkembang sebesar gunung) 

——————- 

Yeku patut tinulat tulat tinurut
(Sebenarnya itulah yang pantas dilihat, dicontoh dan patut diikuti)
Sapituduhira
(Sebagai nasehatku)
Aja kaya jaman mangkin
(Jangan seperti zaman nanti)
Keh pra mudha mundhi diri Rapal makna
(Banyak anak muda menyombongkan diri dengan hafalan arti) 

——— 

Durung becus kesusu selak besus
(Belum mumpuni tergesa-gesa untuk berceramah)
Amaknani rapal
(Mengartikan hafalan)
Kaya sayid weton mesir
(Seperti sayid dari Mesir)
Pendhak pendhak angendhak Gunaning jalma
(Setiap saat meremehkan kemampuan orang lain) 

Tembang Pucung ini memberi pesan bahwa ilmu yang baik tentu akan sangat berguna untuk membawa manfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Ilmu pengetahuan juga bisa membawa perubahan yang lebih baik, dan bahkan ilmu yang didasari dengan budi pekerti yang luhur juga akan dapat mengalahkan berbagai sifat jahat didunia ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nusantara Droid War : Komik Pengangkat Legenda dan Dongeng di Indonesia

Nusantara Droid War atau yang lebih dikenal dengan NDW, merupakan sebuah komik online yang berada di sebuah aplikasi LINE yaitu Webtoon. Komik ini hasil besutan dari Satria EXZ dan Vega Mandalika, tapi untuk sekarang masih dipegang oleh Vega Mandalika yang dibantu oleh teman-temannya. NDW ini memiliki genre komik fantasi yang menceritakan sebuah permainan modern yang sedang trend di Indonesia. Para player memiliki sebuah bidak atau jagoan yang didalam komik tersebut disebut droid. Para player pun mengadu droid-droidnya satu sama lain dengan menyajika kekuatan-kekuatan yang berbeda-beda pula. Tetapi menarik disini adalah droid-droid yang dimiliki player NDW merupakan berbagai hal yang berkaitan dengan unsur nusantara Indonesia, mulai dari kisah rakyat, legenda, tarian daerah, hingga kisah mistis yang ada di Indoensia. Semua itu dikemas dengan wujud ilustrasi yang modern tanpa meninggalkan ciri khas tokoh yang akan di jadikan droid. Sampai saat ini NDW sudah mencapai episode 125 de...

Tembang Macapat Sinom dan Artinya

Tembang macapat Sinom merupakan salah satu tembang macapat yang banyak berbicara tentang anak muda yang sedang mengalami pertumbuhan. Dalam tradisi jawa, tembang banyakk dimanfaatkan sebagi sebuah piwulang (ajaran) dan wewarah (mengajari), tak terkecuali tembang macapat sinom . Salah satu tembang macapat sinom yang paling populer adalah karya KGPAA Mangkunegoro ke IV (1811-1882 M) yang terdapat dalam Serat Wedatama, Pupuh Sinom, podo 15. Tembang ini sering dikenal dengan nama Sinom Gadhung Melati.

RESUME BUKU "Ilmu Pengetahuan Sebuah Tinjauan Filosofi (A. Sony Keraf & Mikhael Dua)" BAB 7 METODE INDUKSI

Induksi adalah cara kerja ilmu pengetahuan yang bertolak dari sejumlah proposisi tunggal atau partikular tertentu untuk menarik kesimpulan umum tertentu. Dengan kata lain, atas dasar sejumlah fenomena, fakta maupun data tertentu yang dirumuskan dalam bentuk proposisi-proposisi tunggal ditarik kesimpulan yang dianggap benar. Cara kerja ini pada umumnya dimulai dengan penelitian untuk mengamati berbagai fenomena, kemudian dievaluasi untuk bisa melahirkan kesimpulan umum tertentu. Kesimpulan ini pada umumnya merupakan generalisasi dari fakta dan data yang memperlihatkan kesamaan, keterkaitan, dan regularitas di antara fakta yang ada. Cara kerja induksi ini dapat secara sah menarik kesimpulan umum tertentu yang dianggap benar dan berlaku umum. Kendati kita secara sah mendasarkan diri pada berbagai fakta yang ada untuk menarik kesimpulan yang benar, namun tidak menjamin bahwa kesimpulan itu bersifat mutlak, karena ciri dasar dari induksi adalah bahwa induksi selalu tidak lengkap. 1)  ...